Keempat astronaut ini tidak hanya bertugas mengemudikan kapsul Orion. Mereka adalah pionir yang akan menguji batas kemampuan teknologi dan daya tahan manusia di luar orbit Bumi yang rendah (LEO) untuk pertama kalinya sejak era 70-an.
Baca Juga :
Para kru ini mencerminkan komitmen NASA terhadap keragaman dan kolaborasi internasional. Seringkali, misi Artemis dirancang untuk membawa representasi yang lebih luas, termasuk kemungkinan astronaut wanita pertama dan/atau astronaut non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi Bulan.
Mereka adalah orang-orang yang menjalani pelatihan ekstensif dan harus siap menghadapi tantangan terbesar yang ditawarkan antariksa, termasuk paparan radiasi yang lebih tinggi dan isolasi total dari Bumi.
Bagaimana Misi Artemis II NASA Akan Berjalan?
Artemis II adalah misi orbit. Artinya, para astronaut tidak akan mendarat di permukaan Bulan, melainkan melakukan manuver yang mengelilingi Bulan sebelum kembali. Fokus utama adalah menguji coba kendaraan peluncur canggih, Space Launch System (SLS), dan modul kru Orion.
Baca Juga :
SLS adalah roket terkuat yang pernah dibuat NASA, dirancang untuk membawa muatan berat dan jauh. Sementara Orion adalah kapsul yang akan menjadi rumah bagi keempat astronaut tersebut selama 10 hari.
Rute perjalanan Misi Artemis II NASA ini akan sangat spesifik. Setelah diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida, kapsul Orion akan melakukan manuver yang membawanya melalui perjalanan trans-lunar, mengelilingi sisi jauh Bulan, dan kemudian kembali ke Bumi untuk pendaratan di Samudra Pasifik.
Setiap detail misi harus berjalan tanpa cela. Keberhasilan Artemis II adalah lampu hijau mutlak bagi Artemis III, yang merupakan misi pendaratan manusia di Bulan yang dijadwalkan beberapa tahun setelahnya.
Baca Juga :
Visi Jangka Panjang: Bukan Hanya Kembali ke Bulan 50 Tahun, Tapi Menetap
Pengumuman ini bukan sekadar nostalgia atau perayaan Kembali ke Bulan 50 Tahun setelah Apollo. Ini adalah investasi besar untuk masa depan eksplorasi ruang angkasa.
Program Artemis memiliki tiga fase utama:
- Artemis I (Sudah Selesai): Penerbangan tanpa awak ke orbit Bulan untuk menguji coba SLS dan Orion secara keseluruhan.
- Artemis II (Mendatang 2026): Misi berawak pertama yang mengelilingi Bulan, menguji sistem pendukung kehidupan dan prosedur awak.
- Artemis III (Selanjutnya): Misi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak 1972, dengan fokus pada wilayah kutub selatan Bulan yang diyakini menyimpan cadangan es air.
Dengan adanya es air di Kutub Selatan Bulan, para ilmuwan percaya bahwa Bulan dapat menjadi pos pengisian bahan bakar (propelan roket) dan sumber air minum, menjadikannya batu loncatan ideal sebelum perjalanan panjang menuju Planet Merah, Mars.
Baca Juga :
Oleh karena itu, empat astronaut yang terlibat dalam Artemis II tidak hanya membuat sejarah sebagai yang pertama Kembali ke Bulan 50 Tahun kemudian, tetapi mereka juga meletakkan dasar bagi kehidupan antarplanet umat manusia.