Penelitian lebih lanjut saat ini berfokus pada analisis sisa-sisa tengkorak yang lebih detail menggunakan pencitraan modern. Tujuannya adalah untuk merekonstruksi secara virtual sirkuit saraf internal otak Homo floresiensis, guna mengidentifikasi area mana yang paling terpelihara dan bertanggung jawab atas kemampuan kognitif mereka.
Singkatnya, Hobbit dari Flores adalah pengingat penting bahwa kita tidak boleh meremehkan kemampuan adaptasi leluhur kita. Postur mungil dan otak kecil tidak menghalangi mereka untuk menjadi salah satu kisah sukses paling menarik dalam sejarah evolusi manusia.