Salah satunya adalah dual time yang memungkinkan pengguna memantau waktu di zona waktu lain. Fitur ini bisa berguna bagi mereka yang sering berhubungan dengan orang di negara berbeda atau sekadar ingin mengetahui waktu di kota lain.
Selain itu, tersedia stopwatch digital dengan ketelitian 1/100 detik dan kapasitas hingga 60 menit.
Jam ini juga dibekali alarm harian dan hourly time signal. Ada pula kalender otomatis sehingga pengguna tidak perlu melakukan penyesuaian tanggal secara rutin.
Baca Juga :
Jadi, meskipun tampilannya sederhana, fungsi yang ditawarkan sebenarnya cukup lengkap untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Casio tampaknya memahami bahwa pembeli jam entry-level tidak selalu membutuhkan fitur yang rumit. Sebaliknya, kombinasi antara desain menarik, fungsi penting, dan pengoperasian sederhana justru bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Baterai Casio AQ-240E Bisa Bertahan Hingga 3 Tahun
Salah satu keunggulan yang cukup menarik dari Casio AQ-240E terbaru adalah penggunaan baterai konvensional dengan estimasi daya tahan hingga sekitar tiga tahun.
Baca Juga :
Artinya, pengguna tidak perlu terlalu sering memikirkan pengisian daya seperti ketika menggunakan smartwatch.
Bagi orang yang menginginkan jam tangan dengan sistem "pakai dan lupakan", pendekatan seperti ini masih memiliki daya tarik kuat. Selama baterainya belum habis, jam bisa digunakan tanpa perlu diisi ulang setiap beberapa hari.
Namun, ketika waktunya tiba, baterai tetap perlu diganti.
Baca Juga :
Jam ini juga memiliki ketahanan air untuk penggunaan dasar sehari-hari. Artinya, perangkat masih aman menghadapi cipratan ringan atau hujan. Meski demikian, rating tersebut tidak ditujukan untuk aktivitas seperti berenang, mandi, atau penggunaan di dalam air dalam waktu lama.
Harga Casio AQ-240E Sekitar Rp700 Ribuan
Dua model baru Casio AQ-240E tersebut dipasarkan di Jepang dengan harga 7.700 yen atau sekitar Rp700 ribuan, tergantung nilai tukar.
Pengiriman dijadwalkan dimulai pada September 2026. Untuk saat ini, pemesanan awal tersedia melalui toko online Casio di Jepang.
Baca Juga :
Jika melihat spesifikasinya, daya tarik jam ini memang bukan pada teknologi canggih. Casio justru menawarkan sesuatu yang lebih sederhana: desain retro, ukuran ringan, fungsi analog-digital, serta baterai yang bisa bertahan bertahun-tahun.
Pendekatan tersebut terasa relevan bagi pengguna yang mulai kembali menyukai jam tangan klasik. Apalagi, tidak semua orang membutuhkan smartwatch dengan layar besar, notifikasi, sensor kesehatan, dan koneksi ke smartphone.
Dalam konteks itu, Casio AQ-240E bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menggunakan jam tangan sebagai aksesori sekaligus alat penunjuk waktu tanpa kerepotan mengisi daya.
Baca Juga :
Varian navy memberikan kesan lebih unik dan tidak terlalu formal, sedangkan warna hitam glossy cenderung lebih aman untuk dipadukan dengan berbagai gaya.
Pada akhirnya, dua jam Casio retro ini menunjukkan bahwa desain lama belum tentu kehilangan peminat. Di tengah maraknya smartwatch dan perangkat wearable dengan fitur semakin kompleks, jam analog-digital sederhana justru menawarkan pengalaman yang berbeda: ringan, praktis, tidak merepotkan, dan tetap punya karakter visual yang kuat.