Jika kita menilik ke belakang, restrukturisasi kali ini akan menjadi yang terbesar sejak gelombang PHK beruntun pada tahun 2022 dan awal 2023. Pada November 2022, Meta telah memecat 11.000 karyawan, yang kemudian disusul dengan pemangkasan 10.000 orang lainnya hanya beberapa bulan setelahnya. Mark Zuckerberg sendiri menyebut periode ini sebagai "Tahun Efisiensi", di mana setiap dolar yang dikeluarkan harus memberikan dampak langsung pada pertumbuhan perusahaan.
Baca Juga :
Bagi para karyawan yang bertahan, tantangan ke depan akan semakin berat. Mereka dituntut untuk beradaptasi dengan alat-alat AI baru yang dirancang untuk mempercepat alur kerja. Di sisi lain, ketidakpastian mengenai keamanan pekerjaan tetap menjadi isu sensitif di lingkungan internal Meta. Hingga saat ini, para analis pasar terus memantau bagaimana dampak dari PHK massal karyawan Meta ini akan memengaruhi harga saham perusahaan di bursa Nasdaq.
Keputusan pahit ini diambil demi menjaga neraca keuangan agar tetap sehat di tengah persaingan melawan Google dan Microsoft yang juga agresif di bidang kecerdasan buatan. Meskipun menyakitkan bagi ribuan staf, manajemen Meta tampaknya yakin bahwa perampingan adalah satu-satunya jalan untuk tetap relevan. Dunia kini menanti bagaimana hasil dari PHK massal karyawan Meta ini dalam membentuk masa depan perusahaan di era dominasi AI.